Responsive Ad Slot

Entri yang Diunggulkan

Info : Cara Menjadi Pemandu Wisata Yang Baik

Ingin menjadi Pemandu Wisata yang berhasil. , Bekerja di  dalam ruangan, dan duduk berhadapan dengan meja serta tumpukan buku atau pun ber...

Ads Slot

Info : Seputar Bisnis Franchise

Jumat, 12 Februari 2016

Bagi yang sedang galau sebab tidak kunjung juga memperoleh pekerjaan sebagai pegawai kantoran, mari mencar ilmu franchise. Teman-teman seseorang mahasiswa ingin mempunyai pelengkap duit jajan atau seseorang ibu rumah-tangga yang bosan dengan kebiasaan dirumah & ingin membantu suami dalam menaikkan penghasilan, maka awalilah untuk menghimpun mental & membulatkan kemauan untuk membuka usaha sendiri atau melaksanakan bisnis. Mari belajar franchise.

Satu diantara usaha atau usaha yang dapat diambil ialah usaha franchise (waralaba). Usaha franchise sekarang ini tengah berkembang luar biasa, tidak cuma diluar negeri, tetapi juga di Indonesia. Prosedurnya tidak berbelit-lebit. Selain itu, kemungkinan yang akan datang sangat menjanjikan. Plus, siapa pun mampu menggerakkan franchise. Tiga ihwal ini pula yang membuat usaha dalam bidang ini banyak diminati masyarakat.

Tentang Bisnis Franchise dan Belajar Franchise

Mungkin di antara Teman-teman ada yang masih belum tahu apakah itu usaha franchise dengan kata lain waralaba. Tidak ada kelirunya apabila kita perlu tahu apa arti & arti dari usaha ini semoga terlepas dari penipuan yang dapat saja dihadapi dalam berajar usaha franchise.

Pengertian Franchise

Terdapat beberapa pengertian yang dapat menguraikan apakah itu franchise, salah satunya ialah pengertian menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yakni sebuah system distribusi barang/layanan hingga pada pelanggan akhir, dimana franchisor atau yang memiliki merk memberi sebuah hak pada perorangan atau sebuah perusahaan/badan usaha, untuk kerjakan usaha dengan nama, merk, prosedur, system, & beberapa langkah yang sudah ditetapkan pada awal mulanya, dalam rentang waktu yang tertentu ; yang menaungi lokasi tertentu juga.

Sementara pengertian menurut Ketentuan Pemerintah RI No. 42 Tahun 2007, ialah hak khusus yang dimiliki seorang atau mampu jadi tubuh usaha tertentu, pada sebuah system usaha. Pasti bukan system usaha biasa, tetapi system yang mempunyai kekhasan usaha dengan tujuan menjual barang atau layanan yang (1) sudah dapat dibuktikan kesuksesannya ; juga (2) dapat dipakai pihak-pihak lain, yang didasarkan pada kesepakatan Waralaba.

Secara simpel, franchise/waralaba ialah sebuah seni administrasi system, denah usaha, & pemasaran yang mempunyai tujuan untuk pengembangan jaringan usaha pengemasan sebuah barang/layanan. Dalam hal ini, pihak konsumen melaksanakan usaha berdasar pada kriteria (ketentuan) yang diputuskan pihak yang memiliki perusahaan (pewaralaba). Pihak konsumen sendiri disebut terwaralaba.

Menurut sejarahnya, pertama kalinya waralaba diperkenalkan oleh Isaac Singer pada sekitar 1850-an. Teman-teman pasti tidak absurd lagi dengan nama ini. Sekurang-kurangnya pernah melihat mereknya di sebuah tempat. Memang, Isaac Singer ialah pencipta mesin jahit Singer. Inspirasi itu tercetus dipikiran Isaac Singer dikala berusaha menambah distribusi pemasaran mesin jahit kepunyaannya.

Usahanya memang gagal. Walau demikian, bagaimanakah pun Isaac Singer terus disadari sebagai orang pertama yang mengenalkan system binis waralaba sejenis ini di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Cara Isaac Singer ini kemudian dicontoh oleh para pegiat waralaba lain yang nasibnya lebih mujur. Sebutkanlah pria yang membuat Coca Cola, John S. Pemberton. Pada masa sekarang, waralaba rumah makan siap saji menguasai usaha franchise.

Dimulai oleh pembukaan restoran cepat saji oleh A&W pada 1919. Kemudian menjamurlah usaha ini. Seumpama, Reginald Sprague & Howard Deering Johnson bekerja bersama untuk memonopoli restoran moderen pada 1935. Skema yang diambil oleh keduanya ialah membiarkan kekerabatan untuk mandiri, menggunakan nama sama, makanan, logo, bahkan design kawasan usaha yang seolah-olah juga.

Menjadi Bos dengan Belajar Usaha Waralaba

Usaha waralaba terus berkembang. Terjadi beragam pergantian pola & penyempurnaan. Pada intinya, usaha franchise ini tidak mengetahui kata ‘diskriminasi’. Dalam pilih calon relasi, biasanya yang memiliki franchise betul-betul merujuk pada tujuan keuntungan berbarengan, bukan sebab faktor lain, seumpama SARA.

Teman-teman yang gres pertama kalinya mencar ilmu franchise, jangan hingga termakan & sembarangan dalam pilih franchise yang akan ‘menghidupi’ Teman-teman. Sekalipun usaha di bidang ini memang menjanjikan keuntungan, tetapi Teman-teman harus mengetahui pola & resikonya. Kerjakanlah survey & pendalaman pada waralaba yang diambil. Seperti dalam bidang fesyen, kuliner, property, elektronik, bidang pendidikan, & lain sebagainya.

Teman-teman harus betul-betul kuasai dulu semua jenis kemungkinan yang akan terjadi. Jangan tergesa mengambil keputusan pilihan. Sekurang-kurangnya, Teman-teman memerlukan kajian mendalam selama tiga bulan penuh untuk menyelidiki satu untuk satu pilihan waralaba yang mungkin di ambil & setelah itu mengambil keputusan untuk terjun di satu diantara di antara pilihan tersebut.

Dalam mencar ilmu usaha franchise, Teman-teman juga harus tahu bahwa usaha Teman-teman akan dapat diwaralabakan jikalau memenuhi 6 persyaratan. Ke enam persyaratan itu ialah sebagai berikut.
  • Mempunyai ciri khas usaha.
  • Dapat dibuktikan memberi keuntungan.
  • Mempunyai standard atas service ; juga standard barang/layanan yang di jual, secara tercatat.
  • Mudah di ajarkan & diterapkan.
  • Ada support berkaitan.
  • Hak Kekayaan Intelektual yang sudah tercatat.
Setelah itu, dalam mencar ilmu usaha fanchise Teman-teman juga harus tahu kesepakatan atau prospektus penawaran waralaba yang di buat oleh pewaralaba. Pastikan tekuni benar-benar kesepakatan tersebut dengan saksama & dalam kesepakatan tercatat tersebut pastikan tercantum beberapa hal berikut ini.
  1. Data jati diri pewaralaba.
  2. Legalitas usaha pewaralaba.
  3. Sejarah aktivitas usahanya.
  4. Hak & keharusan para pihak dan pinjaman & sarana yang diberikan pada peserta waralaba.
  5. Susunan organisasinya.
  6. Lokasi usaha/jumlah kawasan usaha pewaralaba.
  7. Periode waktu kesepakatan.
  8. Perpanjangan, pengakhiran, & pemutusan kesepakatan.
  9. Cara penyelesaian perselisihan.
  10. Tata cara pembayaran imbalan/neraca keuangan.
  11. Pembinaan, tuntunan & kursus pada peserta earalaba.
  12. Kepemilikan & pakar waris.nt Search Term : ####

Latest