Responsive Ad Slot

Entri yang Diunggulkan

Info : Cara Menjadi Pemandu Wisata Yang Baik

Ingin menjadi Pemandu Wisata yang berhasil. , Bekerja di  dalam ruangan, dan duduk berhadapan dengan meja serta tumpukan buku atau pun ber...

Ads Slot

Info : Waralaba Makanan Bisnis Yang Menjanjikan

Jumat, 13 November 2015

Waralaba makanan atau franchise makanan memang tidak abnormal lagi di pendengaran kita. Namun sebagian orang malah ada yang belum tau apakah itu waralaba? Apakah itu franchise? Sama tidak waralaba dengan franchise? Jawabannya adalah waralaba & franchise itu sama. 

Pengertian waralaba adalah perlindungan hak manfaat dari satu barang atau karya oleh satu pihak ke pihak lain dengan perikatan tertentu sesuai kriteria yang tercantum dalam kesepakatan kekerabatan kerja dalam rangka penjualan & penyediaan barang atau layanan untuk tujuan mencari keuntungan. 

Sedang menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang disebut dengan Waralaba adalah : " Satu system pendistribusian barang atau layanan pada pelanggan akhir, di mana yang memiliki merk (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan untuk melaksanakan usaha dengan merk, nama, system, prosedur & beberapa cara yang sudah diputuskan pada awal mulanya dalam periode waktu tertentu mencakup ruang tertentu.

Dari dua pengertian waralaba tersebut maka mampu diambil kesimpulan bahwa waralaba makanan merupakan satu usaha yang dikelola dari pihak pertama sebagai yang memiliki kekayaan intelektual dalam soal penciptaan barang makanan yang setelah itu diteruskan pada pihak ke dua yang inginkan barang makanan tersebut dengan sejumlah bayaran atas royalti untuk setelah itu di kembangkan ditempat lain tanpa merubah keaslian rasa, aroma & cirri khas barang makanan dari yang memiliki karya tersebut.

Bagaimanakah Usaha Waralaba Makanan di Indonesia?

Waralaba makanan sudah ada di Indonesia sekitar tahun 1970-an. Walau ketika itu belum begitu banyak merk usaha waralaba makanan, sekurang-kurangnya Indonesia sudah mengetahui ada usaha waralaba. Usaha waralaba semakin berkembang di Indonesia sekitar tahun 1990-an. 

Dari mulai tahun 1990-an itu hingga selanjutnya usaha waralaba semakin jadi tambah. Apalagi ketika itu Indonesia tengah terpuruk dari sisi perekonomiannya, di mana krisis moneter tengah " menghancurkan " perekonomian sebagian pelaku usaha. 

Ada bisinis ini di tengah-tengah kesusahan perekonomian Indonesia ketika itu menjadi sejenis pembangkit gairah pelaku usaha untuk kembali bangun acara ekonominya. Bukan apa-apa, usaha masakan adalah satu diantara usaha yang paling menjanjikan & mudah untuk di kembangkan. 

Apalagi dengan hadirnya beragam macamnya, sudah pasti membuka peluang bisnis yang lebih menggairahkan lagi. Prospeknya yang cerah dengan omset yang menarik menjadi satu diantara alasan pelaku usaha melaksanakan usahanya melewati usaha ini. 

Dahulu, di tahun 1990-an, usaha waralaba makanan yang ada di Indonesia masih di dominasi oleh pihak asing. Beberapa misalnya menyerupai restoran siap saji yang menyajikan makanan khas dari olahan ayam goreng tepungnya Kentucky Fried Chicken, California Fried Chiken, Texas Fried Chicken, A&W, hingga Mc Donnalds. 

Ada juga restoran dengan makanan khas Italia yang menyajikan menu pizza & bermacam pasta menyerupai pada restoran Pizza Hut. Mungkin kita juga tidak mampu melupakan restoran siap saji dengan menu andalannya roti goreng berlubang di dalam atau menyerupai yang kita kenal dengan " donat ". Ini pun ada pada usaha berbasis waralaba yang dinamakan populernya " Dunkin Donuts ". 

Keseluruhnya waralaba yang dijelaskan diatas, merupakan usaha yang dimiliki pihak asing. Pihak abnormal mengizinkan brand dagangnya untuk di kembangkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan karena mereka tahu jumlah kepadatan masyarakat Indonesia & kesukaan bangsa Indonesia untuk merasakan bermacam makanan dari jenis yang berlainan. 

Menguasainya usaha ini dari pihak abnormal menjadikan bangsa Indonesia ini tidak kreatif. Tidak mencoba untuk membuat barang sendiri yang nanti mampu dipakai pihak lain selazimnya usaha waralaba. Hal ini dikarenakan karena sudah " tersajikan " oleh bangsa asing, yah bangsa ini ikut alur saja.

Waralaba Makanan Asing Terpuruk Sesaat di Indonesia 

Yah, waralaba makanan dari pihak abnormal pernah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan karena ketika itu negara Indonesia tengah hadapi krisis perekonomian yang di kenal dengan krisis moneter. Ketika itu, nilai rupiah sangat terpuruk. 

Hal ini menimbulkan pembayaran sejumlah royalti & kebutuhan operasional atas merk dagang tersebut menjadi memberatkan satu diantara pihak karena pembayarannya dilakukan dengan mata duit dollar. Jadilah ketika itu beberapa gerai waralaba abnormal ini di tutup di beberapa kota.

Masyarakat Indonesia Semakin Kreatif dengan Usaha Waralaba Makanan

Ternyata benar pepatah orangtua kita dahulu yang memberikan bahwa dibalik setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Ini dapat dibuktikan ketika krisis moneter bergejolak, beberapa merk dagang dari banyak gerai waralaba pihak abnormal yang bersliweran di negara ini harus " mengundurkan " diri dengan kata lain tutup. Jadilah, peminat sajian menu restoran waralaba makanan yang biasanya memiliki konsep fresh from the oven atau siap saji ini harus gigit jari karena tidak mampu lagi nikmati menu-menu kesukaannya. 

Dengan menyusutnya bentuk waralaba makanan asing, menjadi peluang bagi masyarakat Indonesia untuk membuat macam menu-menu makanan khas Indonesia. Dengan kreativitas masing-masing pelaku usaha, pelaku usaha membuat menu makanan Indonesia yang dimodifikasi dengan ciri khas sendiri biar menu yang terwujud mempunyai jati diri sendiri juga dari yang memiliki karya atau pembuatnya. 

Misalnya saja menu ayam goreng biasa, classic sih, siapa yang tidak mampu buat ayam goreng 'kan? Namun dengan sentuhan kreativitas penciptanya, ayam goreng biasa mampu di buat istimewa dengan racikan bumbu-bumbu diam-diam dari yang memiliki karyanya. 

Ayam goreng istimewa yang berbasis waralaba makanan mampu didapati di restoran ayam goreng Suharti, ayam goreng tulang lunak Hayam Wuruk. Ke dua restoran ayam goreng ini sudah di kenal di beberapa kota di Indonesia karena rencana waralabanya tersebut. 

Nah, lain lagi dengan masakan ringan yang mampu menggoyang lidang penikmatnya menyerupai serabi. Serabi yang merupakan makanan ringan dari tempo dahulu, bahkan mulai semenjak nenek-nenek kita masih bakir balig cukup akal sudah mengetahui sajian menu serabi. 

Apabila dahulu serabi hanya di buat simpel dari olahan tepung terigu & santan yang dibakar pada bakaran khusus dan disiram kuah santan & gula merah yang manis, ketika ini sajian serabi mampu di buat berbeda. Olahan serabinya sih mampu sama, namun toping & kuahnya di buat berbeda dari biasanya, sebut saja serabi sosis, serabi keju, serabi coklat, serabi pisang, serabi durian, & macam serabi yang lain. 

Karya yang terwujud dari kreatifitas-kreatifitas para pelaku usaha pasti menaikkan khasanah makanan Indonesia. Di sajikan berbentuk berbeda & rencana berbeda membuat masyarakat Indonesia tertari untuk cobanya. Apabila balasan masyarakat positif untuk menu makanan yang di tawarkan, pasti omset & prospek yang akan datang lebih cerah & menjanjikan lagi.

Usaha Waralaba Makanan Membuat Lapangan Pekerjaan Baru

Tahukah Teman-teman bahwa semakin banyak usaha ini, semakin besar juga menyerap tenaga lokal untuk jadikan tenaga kerja? Semakin banyak usaha ini menyebar di beberapa kota, sudah pasti memerlukan banyak tenaga kerja juga untuk mengelola operasional bisinis ini. 

Biasanya pebisnis ini tidak perlu bersusah payah menggaet karyawan untuk melaksanakan operasional usahanya. Pelaku usaha mampu mencari & mengerahkan tenaga kerja lokal untuk dilatih mengolah beberapa materi sesuai standard yang sudah ditetapkan yang memiliki merk dagangan pada awal mulanya. Dengan demikian, hasil pada alhasil akan sama persis dengan rasa makanan yang terwujud dari pemiliknya. 

Selain itu, usaha ini dapat tidak selama-lamanya memerlukan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi tinggi dengan jejeran titel di belakang namanya lho. Malah pebisnis ini memerlukan tenaga kerja trampil yang tidak harus lulusan perguruan tinggi tinggi. Bahkan salah satunya ada yang mengambil tenaga kerja lulusan setara Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Yang terutama bukan jejeran titel pendidikan di belakang nama namun malah ketrampilan & tekad untuk belajar. Jadi, peluang absorpsi tenaga kerja menjadi rata & tidak terlalu fokus hanya pada calon pencari kerja lulusan kampus menyerupai perusahaan-perusahaan besar. Dengan demikian, sudah pasti pelaku usaha tidak perlu keluarkan biaya besar untuk penggajian karyawan. 

Tunggulah Apa Lagi? 

Sekarang jalan masuk berita wacana usaha ini sudah semakin mudah. Tinggal buka internet, buku-buku kuliner, atau perjalanan wisata masakan Teman-teman sudah mampu memperoleh berita sekitar keuntungan usaha ini. Usaha yang tidak selama-lamanya memerlukan modal besar, tidak rumit dijalankan, & banyak yang berminat yah usaha waralaba makanan. Lalu, tunggulah apa lagi? Mari mulai melaksanakan bisnis waralaba makanan!

Peluang Usaha Waralaba Makanan

Banyak orang yang bertanya apakah peluang usaha yang cantik sekarang ini? Jawabannya adalah usaha waralaba makanan. Meskipun sudah banyak di antara kita yang tahu hal ini, namun masih tetap saja ada kesangsian untuk memulai usaha ini. 

Dunia moderen di masa ketika ini membuat kita harus terus bergerak untuk membuat pemasukan & pendapatan yang dapat memenuhi kehidupan kita. Sekarang ini, persaingan usaha semakin ketat dengan peluang kerja yang semakin sempit. Tanpa kita sadari, hal ini membuat kita berupaya berjuang lebih keras untuk keluar dari himpitan ekonomi. 

Kebutuhan hidup yang terus meningkat dengan menambahnya pengeluaran sehari-hari disebabkan beberapa materi pokok yang mengalami kenaikan harga. Hal ini membuat kita harus memikirkan kreatif untuk memperoleh penghasilan dari pendapatan kita yang sudah ada. 

Jenis & Jenis Waralaba Makanan

Sebelum kita menjalankan usaha waralaba makanan, sebaiknya kita tahu terlebih dulu beragam jenis & jenis usaha ini. Usaha ini yang sudah berkembang di sekitar kita memang sudah sangat banyak. Tetapi ternyata peluang pasar usaha ini masih terbuka luas dengan beragam peluang yang menjanjikan keuntungan optimal. 

Usaha jenis ini ada yang memerlukan modal besar & ada juga yang memerlukan modal kecil. Kita mampu sesuaikan usaha ini yang akan kita lakukan ini dengan modal yang ada.

Seleksi Barang Waralaba Makanan yang Akan Dipasarkan 

Sebelum kita menjalankan usaha kita ini, kita juga harus menyeleksi barang makanan apa yang akan kita jual. Hal ini harus sesuai dengan market share yang akan kita menuju. Berikut ini adalah beragam barang makanan yang mampu di jual dengan system waralaba makanan, salah satunya :

Waralaba Pisang Goreng

Pisang goreng adalah barang makanan yang paling banyak jadikan barang dalam usaha makanan jenis ini. Pisang goreng ini dikreasikan dengan beragam jenis penyajian yang unik, menarik & memakai resep kreasi yang berlainan. 

Dengan begitu, masing-masing biasanya mempunyai ciri khas & cita rasa sendiri. Selain itu, pisang goreng adalah barang makanan yang memasyarakat, sehingga peluang usaha ini menjadi usaha favorite yang mempunyai peluang pemasukan yang cukup besar. 

Waralaba Tahu Krispi

Tahu adalah barang yang mempunyai pasar sendiri di masyarakat kita. Pemrosesan tahu menjadi tahu krispi memberi nuansa & rasa gres bagi para penggemar tahu goreng. Oleh karena itu, barang tahu krispi ini dapat cukup cantik apabila dijalankan dengan system waralaba makanan. 

Waralaba makanan yang mengusung tahu sebagai produknya & mempunyai nama yang cukup populer adalah Tahu Krezz. Gerai Tahu Krezz ini sudah menyebar di beberapa kota di Indonesia. Apabila kita mampu menemukan tempat yang sempurna untuk pemasaran barang tahu krispi ini maka usaha yang kita lakukan akan mempunyai prospek yang bagus.

Waralaba Cireng

Cireng ini bekerjsama adalah makanan khas masyarakat kota Bandung. Tetapi karena penggemar cireng dari beragam kota di Indonesia semakin jadi tambah banyak sehingga usaha yang satu ini pada alhasil tumbuh cepat & menjamur di mana-mana. Modal yang diharapkan untuk membangun usaha dengan barang cireng ini bekerjsama cukup kecil. Hanya saja, apabila tempat usaha yang diambil tidak sempurna maka usaha yang satu ini akan sangat susah untuk berkembang.

Waralaba Tacoz

Tacoz ini adalah satu diantara barang makanan yang berasal dari Mexico. Rasanya yang unik & khas ternyata juga mempunyai penggemar sendiri. Biasanya usaha makanan dengan barang Tacoz ini didirikan di tempat universitas atau sekolahan sehingga peluang untuk berkembangnya semakin besar. Modal yang diharapkan tidak terlalu besar seandainya system penjualan memakai system rombong & tidak menyewa toko.

Waralaba Edam Burger

Waralaba makanan yang satu ini cukup unik kehadirannya & pribadi memperoleh tempat di hati para penggemar burger yang ada di Indonesia. Dengan tagline yang diusungnya adalah Burger Orang Indonesia, gerai usaha makanan yang satu ini pribadi berkembang cepat di beberapa kota di Indonesia. 

Dengan harga yang murah meriah tetapi mempunyai cita rasa burger kelas restoran, membuat burger ini menjadi pilihan penggemar burger di kalangan mahasiswa & pelajar. Oleh karena itulah, apabila kita ingin membangun usaha makanan yang satu ini maka baiknya kita harus betul-betul memerhatikan pemilihan tempat berdirinya usaha ini. 

Masih terdapat beberapa jenis & barang usaha makanan yang mampu kita kembangkan & mampu kita dapatkan dengan mudah. Apabila kita hanya mempunyai modal sedikit maka kita mampu berinvestasi dengan membeli waralaba makanan yang sudah ada & sudah mempunyai nama di pasaran. Tetapi, apabila kita mempunyai modal yang cukup banyak maka sebaiknya kita membuat barang sendiri & mulai membangun usaha makanan kita sendiri dengan merk yang juga kita tetapkan sendiri.

Latest

Blog Archive

Hit Me