Responsive Ad Slot

Entri yang Diunggulkan

Info : Cara Menjadi Pemandu Wisata Yang Baik

Ingin menjadi Pemandu Wisata yang berhasil. , Bekerja di  dalam ruangan, dan duduk berhadapan dengan meja serta tumpukan buku atau pun ber...

Ads Slot

Info : Strategi Pemasaran Kaos Lucu

Selasa, 27 Oktober 2015

Stres memang sering terkena beberapa orang yang mempunyai banyak masalah. Mengakibatkan, muka pasien selalu tampak tegang tanpa senyum, tanggapan yang tidak mengenakkan apabila di tanya perihal suatu hal, hingga meluapkan kemarahan. Selain merugikan diri sendiri, stres juga merugikan orang lain. Salah satu hal yang mampu mengusir depresi yaitu kaos lucu. Apakah itu? 

Beragam cara dilakukan untuk menangani stres. Antara lain dengan Mencari hiburan, HIburan yang paling efisien untuk menangani stres yaitu dengan mencari sumber humor untuk membuat tertawa. Sekarang ini, sudah banyak cara untuk mengekpresikan humor. Bisa melalui film, pementasan, buku, bahkan yang belakangan sangat marak dilakukan oleh para cowok yakni dengan membuat kaos lucu.


Kaos menjadi pilihan bagi mereka untuk " media penebar kelucuan " karena kaos dianggap sebagai baju yang paling sering dikenakan. Ketika kita enjoy pasti pakain yang kita gunakan yaitu kaos oblong & celana pendek. Maka dengan alasan tersebut, kaos lucu terus di produksi dalam semua ukuran. Sasarannya yaitu semua usia yang mampu terserang stres. Mengingat, belum dewasa termasuk juga ke kelompok riskan stres disebabkan padatnya pelajaran & acara yang mereka ikuti didalam & diluar sekolah. 

Menghasilkan kaos lucu yaitu acara yang sangat menyenangkan. Produksi ini selain memiliki tujuan untuk beroleh keuntungan, juga mempunyai tujuan untuk menghibur para konsumen. Dengan cita-cita kaos yang mereka produksi dapat menghibur mereka yang lagi bimbang. Dengan harapan, yang akan datang konsumen dapat menjadi pelanggan setia yang terus membeli barang mereka.

Tulisan Lucu Pada Kaos

Kaos dengan goresan pena lucu beredar banyak di Indonesia. Mulai yang tulisannya pendek, hingga yang tulisannya " bejubel " hampir memenuhi seluruh episode punggung atau dada yang biasanya menjadi " kawasan strategis " di kaos. Mulai goresan pena yang bernada sindiran hingga yang jelas-jelas lucu tanpa meminta pembacanya untuk memikirkan, yaitu hasil kreatifitas produsen kaos jenis ini. 

Sebut saja Dagadu Jogja, yang memulai produksi kaos lucu di Indonesia. Di susul selanjutnya oleh Dadung Jogja, yang mengklaim sebagai kaos sensitif masa. Sensitif masa di sini memang sudah dibuktikan oleh Dadung dengan terus menghasilkan kalimat humor yang sesuai dengan situasi sekarang ini. 

Setelah itu, lahir Joger di Bali & Cuk di Surabaya. Joger menggunakan moto Pabrik Kalimat. Karena Joger memakai kekuatan kalimat sebagai dagangan paling utama mereka. Sedang nama Cuk di ambil dari umpatan bahasa Jawa khas Surabaya.

Omzet Kaos Lucu


Sekarang ini, usaha kaos lucu sedang digemari anak muda. Penjualan kaos dengan kalimat yang menggelitik ini semakin hari semakin meningkat. Sudah pasti hal tersebut membuat produsennya semakin giat dalam menghasilkan barang dagangannya. Memang persaingannya cukup ketat, namun yang pantas membanggakan yaitu hingga sekarang ini persaingan mereka terus sehat. 

Mereka berkompetisi dengan cara lebih meningkatkan kreatifitas dalam produksi. Menariknya yaitu hingga sekarang ini keduanya memiliki ciri khas & seni administrasi pasar sendiri. 

Kekuatan merangkai kata untuk menjadi humor yang segar yaitu keyword dalam bsnis kaos lucu. Kekuatan ini dapat yang membuat para penciptanya sekarang ini mampu disebut pengusaha sukses. 

Bagaimanakah tidak? Karena menjual kalimat pada kaos oblong, beberapa kelompok anak muda yang memerankan usaha ini mampu memperoleh duit jutaan rupiah /hari. Dagadu, misalnya. Setiap hari, produsen kaos asal Yogyakarta ini menggaet pemasukan 55 juta rupiah. 

Pemasukan sebesar itu didapat dari penjualan sekitar 200 potong kaos ditambah aksesories lain yang juga menghadirkan kalimat sebagai daya pikatnya. Sedang Dadung omzetnya mencapai 1, 5 miliar satu bulan. 

Di Bali kita mengetahui Joger. Joger yaitu satu brand kaos oblong yang teramat tenar dari Pulau Dewata. Tehnik pemasaran yang dipakai ialah dengan memosisikan Joger sebagai satu cinderamata khas Bali. Selain kaos lucu sebagai oblong sebagai barang paling utama yang di pasarkan Joger, mereka juga membuat sandal jepit, gantungan kunci, stiker, & pernak-pernik yang lain. 

Apabila kita perhatikan, slogan Joger sangat mewakili keseluruhnya rangkaian barang mereka, yakni Pabrik Kalimat. Ya, Joger memakai kekuatan kalimat sebagai dagangan paling utama mereka. 

Menarik sekali memperbandingkan dengan beberapa merek-merek baju yang lain pilih komposisi warna, tehnik jahitan, kelebihan materi baku, atau citarasa kemewahan. Joger bermain di kelas tengah-bawah dengan harga per item T-shirt antara 60-100 beberapa ribu. Joger menjual kalimat, & itu laris lumayan mahal. Sampai, tidak asing apabila omzet Jogger pun tidak jauh berbeda dengan dua produsen kaos sejenis asal Yogyakarta tadi. 

Peluang untuk menghasilkan kaos lucu juga dilakukan oleh arek Suroboyo dengan nama Cuk. Memang dari sisi pemasukan, Cuk masih kalah dengan kompetitornya dari Yogyakarta. Walau hanya mencapai penghasilan rata-rata 5 juta rupiah per bulan, JSC tidak mampu dilihat mudah oleh Dagadu ataupun Dadung. 

Cuk, yang bangun dengan modal 30 juta rupiah, dikala ini sudah mempunyai dua counter di dua plasa paling besar Kota Pahlawan, yakni Delta Plaza & Tunjungan. Kunci sukses Dagadu, Dadung, ataupun Cuk simpel saja : menghadirkan design yang selalu memerhatikan kondisi & keadaan yang ada pada masyarakat.

Strategi Pemasaran Kaos Lucu

Dagadu sudah membanderol Smile, Smart, & Djokdja sebagai moto bisnisnya. Beberapa kaos kalimat Dagadu yang agak banyak diminati antara lain United Colours of Keraton & Everyday is Sunday in Djokdja. Maklum, sesuai motonya, Dagadu yang bangun lima tahun lampau berniat kenakan rencana pemasaran sebagai cindera mata Yogyakarta. 

Karena itu, produsen kaos yang didirikan dengan modal awal 4 juta rupiah itu berniat membatasi outlet-nya. Saat ini, Dagadu mampu didapati di lantai dasar Mal Malioboro yang dinamakan Posyandu (Pos Service Dagadu) & di Jalan Pakuningratan yang mereka sebut sebagai UGD dengan kata lain Unit Kritis Dagadu. Yang paling selesai ini ditujukan semoga wisatawan yang segan belanja ke Malioboro. 

Satu hal yang unik dari ke dua counter Dagadu yaitu kriteria bagi pegawainya. Setiap calon pegawai harus berstatus mahasiswa yang kuasai peta Yogyakarta, memahami bahasa Jawa & Inggris. Selain itu, ibarat halnya syarat yang dibanderol perusahaan-perusahaan gede Dagadu pun mengambil keputusan IPK minimum. Yakni 2, 75 untuk mahasiswa akademi tinggi negeri, & 3, 00 untuk mahasiswa akademi tinggi swasta. Diskriminasi IPK itu mampu dipahami. 

Walau prasyaratnya cukup berat, tetapi masih banyak pelamarnya hingga sekarang ini. Anehnya lagi, setiap delapan bulan para pegawai 
harus menanggalkan statusnya untuk kemudian dilempar kembali pada para pelamar yang lain. 

Dadung tidak kalah dalam soal pemasaran. Terkecuali di Yogyakarta, sekarang ini Dadung sudah mempunyai 150 outlet yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, & Lombok. Menurut Dirut PT Mondrian Hari Pramono, banyak outlet memang merupakan seni administrasi Dadung hadapi para kompetitor. Jika Dagadu atau Joger lebih menjadi suvenir yang hanya dapat didapat di kota kawasan pembuatnya, Dadung lebih mengutamakan fasilitas konsumen untuk beroleh di kota masing-masing-masing. 

Outlet penjualan Joger disengaja hanya disiapkan terbatas. Secara umum barang Joger hanya di jual di Pulau Bali saja, tidak ditempat lain. Tetapi malah inilah cara penting dalam menaikkan segi eksklusifitasnya. Di dukung dengan harga jual yang beberapa % diatas rata-rata merk T-shirt lokal yang lain, Joger merupakan buruan bagi mereka yang ingin menyempurnakan jalan-jalan di Bali-nya. 

Seperti pendahulunya, Cuk juga berniat menghadirkan tema-tema plesetan khas Surabaya tanpa memperlebar sayap ke kota-kota lain. Karena yang memiliki memiliki pendapat bahwa apabila kaos lucu memasarkan ke kota lain akan hilang kekhasannya.
Recent Search Term : ####

Latest

Blog Archive

Hit Me