Responsive Ad Slot

Entri yang Diunggulkan

Info : Cara Menjadi Pemandu Wisata Yang Baik

Ingin menjadi Pemandu Wisata yang berhasil. , Bekerja di  dalam ruangan, dan duduk berhadapan dengan meja serta tumpukan buku atau pun ber...

Ads Slot

Info : Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Selasa, 29 September 2015

Binis produksi jamur tiram putih semakin jadi usaha yang menjanjikan. Jamur tiram dapat di proses jadi beragam jenis menu olahan yang lezat. Hal semacam ini jadikan impian pasar pada jamur tiram senantiasa tinggi, terlebih langkah budidaya jamur tiram putih ini tidaklah susah. Siapa saja dapat coba. Apabila mau membudidayakan jamur tiram, terlebih dulu buat persiapan alat & materi yang diperlukan.


Bahan 
  • Bibit jamur berkwalitas.
  • Air untuk membasahi bekatul. 
  • Bekatul. 
  • Tepung jagung. 
  • Kapur dolomite untuk mengatur pH. 
  • Serbuk gergaji, baiknya di ambil dari serbuk kayu0 yang homogen, lantaran serbuk gergaji dari kayu yang heterogen mampu jadikan sistem pengomposan kurang prima. Jauhi pemakaian serbuk gergaji dari kayu yang bergetah lantaran getahnya mampu menimbulkan kontaminan. 
  • Kapas. 
  • Bag log. 

Alat 
  • Ruangan pemanasan yang suhunya mampu dikendalikan, dipakai untuk sterilisasi media. 
  • Rack peletakan inkubasi. 
  • Alat pengepres untuk memadatkan kombinasi media. 
  • Spatula pengaduk bibit. 

Tehnik Budidaya Jamur Tiram Putih

Cara budidaya jamur tiram putih adalah ibarat berikut : 

1. Persiapan media 
  • Memberikan air pada serbuk gergaji hingga kelembapan 55-65%. 
  • Apabila menggunakan kombinasi jagung, komposisinya adalah media gergaji (80%), bekatul (10%), & tepung jagung (10%), tetapi apabila tanpa ada tepung jagung komposisinya serbuk gergaji (15% & 85%). 
  • Imbuhkan kapur dolomite hingga pH jadi netral atau seputar 7. 
  • Campur beragam materi media berulang-kali & yakinkan seluruhnya tercampur dengan rata. 

2. Pengemasan media 
  • Bahan yang telah tercampur rata dimasukkan dalam plastik. 
  • Pres media sepadat mungkin saja & gunakan cincin pada verbal plastik lantas tutup dengan kapas. Fungsinya untuk bikin verbal media manfaat memasukkan bibit jamur. 
  • Tutup kapas & ujung media semoga kapas tak terkena uap saat disterilisasi. 

3. Sterilisasi 

Langkah budidaya jamur tiram putih dekat hubungannya dengan sterilisasi media. Media yang baik wajib bebas dari mikrobia pathogen layaknya jamur & bakteri. Oleh karena itu sistem sterilisasi wajib di perhatikan. 

Cara tehnik sterilisasinya : 
  • Supaya tak ribet mensteril alat, saat sterilisasi media, masukkan sekalian spatula yang bakal dipakai untuk menebar bibit. Spatula dibungkus dalam plastik & ditutup semoga sesudah dikeluarkan dari alat sterilisasi tak terserang kerancuan. 
  • Tata media dalam ruangan pemanas atau drum sterilisasi. 
  • Panaskan media hingga suhu lebih kurang meraih 90 derajat. Pertahankan pemanasan pada suhu itu sepanjang 8-9 jam. 
  • Biarlah drum terus tertutup sekurang-kurangnya setangah hari untuk hindari penguapan air pada pinggir plastik disebabkan pergantian suhu yang mendadak. 

4. Inokulasi bibit jamur 
  • Bersihkan kaki & tangan dengan sabun anti kuman untuk meminimalkan kontaminan. Semprot tangan dengan alkohol 70%. 
  • Mengeluarkan spatula dari plastik.
  • Buka tutup wadah bibit & aduk bibit dengan spatula yang sudah disterilisasi.
  • Buka kapas di verbal media dalam plastik, lantas tuang bibit & tutup kembali media dengan kapas itu.
  • Gunakan kembali tutup verbal media.
  • Bibit siap diinkubasi. 

5. Inkubasi 
  • Media yang telah di beri bibit ditempatkan dalam rack penyimpanan. 
  • Saat inkubasi sekitar lebih kurang 40 hari dengan suhu maksimal 22-28 derajat celcius. 

6. Pemeliharaan 
  • Pada step pemeliharaan penutup baglog sedikit di buka. 
  • Yakinkan juga ventilasinya lancar hingga suplai oksigennya tercukupi dengan baik. 
  • Pertahankan kelembapan hawa dengan lakukan penyiraman. 

7. Panen 
  • Sesudah badan jamur tumbuh besar & lebar, jamur telah dapat dipanen. 
  • Tidak lain segala teknik di atas, dalam langkah budidaya jamur tiram putih memerhatikan juga lingkungan budidaya layaknya perihal kelembapan. Makin lembab tempat budidaya, kemungkinan kontaminannya jadi lebih tinggi. 
  • Oleh karena itu apabila dibudidayakan pada tempat yang lembab baiknya kurangi kandungan nutrisi lantaran nutrisi mampu lebih cepat menimbulkan perkembangan jamur & bakteri.ecent Search Term : ####

Mengetahui Jamur Tiram Putih Lebih Dekat

Cara budidaya jamur tiram putih juga harus disertai dengan pengetahuan ihwal jamur tersebut secara lebih mendetail. Jamur tiram yang merupakan salah satu jenis jamur paling banyak yang dibudidayakan oleh para petani jamur di Indonesia ini merupakan tanaman yang termasuk juga dalam penjabaran jamur atau fungi dengan bentuk tangkai yang menyamping & ibarat tiran. Itulah sebabnya jamur tiram juga disebut sebagai jamur dengan bentuk ibarat tiran.

Bagian tudung dari jamur tiram ini mempunyai warna yang aneka macam macam, adalah dari hitam, cokelat, abu-abu, hingga putih dengan permukaan licin yang mempunyai diameter 5 hingga 20 cm, tergantung pada besar & jenis pembudidayaannya. Jamur tiram juga mempunyai spora dengan bentuk batang yang memiliki ukuran 8 sapai 11 kali 3 hingga 4 mikrometer & miselia putih yang mampu tumbuh dengan cepat.

Para petani jamur biasanya menemukan jamur tiram putih pertama kalinya di kawasan hutan & pegunungan yang mempunyai suhu yang cukup sejuk selama satu tahun. Tubuh buahnya tampak bertumpukan di antara permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pada adegan batang pohon yang sudah ditebang. Dengan begitu, para petani jamur pun dapat mengetahui dengan terperinci cara budidaya jamur tiram putih ini dari hasil penemuannya.

Selain tahu asal-usul jamur tiram putih, para petani juga menemukan siklus hidup jamur tiram tersebut semoga mampu di ketahui masa tanam & masa panen yang sempurna untuk memperoleh hasil jamur tiram yang baik.

Jamur tiram putih sama dengan jamur tiram yang lain, adalah berkembang biak dengan dua cara yakni aseksual & dengan cara seksual. Reproduksi secara seksual mampu dilakukan melewati penyatuan dua jenis hifa dengan masing-masing hifa berfungsi sebagai gamet jantan & betina yang nanti akan membuat zigot. Zigot tersebutlah yang lalu akan beralih menjadi primodia dewasa.

Sementara itu, ada pula yang diberi nama reproduksi aseksual dengan jalan melewati jalur spora yang terbentuk secara endogen pada adegan kantung spora yang biasa disebut dengan sporangium. Spora aseksual tersebut disebut dengan konidiospora yang merupakan spora dalam konidium.

Pada awalnya, basidospora bregerminasi membentuk miselium bersama inti haploid. Miselium tersebut lalu tumbuh menjadi hifa & membuat miselium berfusi dengan hifa yang lainnya hingga pada hasilnya membentuk hifa dikaryotik. Pada tahap ini, dibutuhkan suhu antara 10 hingga 20 derajat celcius dengan kelembaban sebanyak 85 hingga 95% sehingga badan buah terbentuk diiringi oleh kariogami & meiosis pada basidium.

Kandungan Gizi yang Ada pada Jamur Tiram Putih

Seperti yang sudah banyak di ketahui oleh masyarakat, jamur mempunyai kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi tubuh. Begitu juga dengan jamur tiram putih yang mempunyai banyak kandungan gizi di dalamnya. Tingkat protein yang ada didalam jamur tiram putih sangtlah lengkap sehingga lebih dianjurkan dibanding dengan kubis & asparagus.

Kadar lemaknya yang rendah sangat baik dipakai dalam diet sehat untuk memperbaiki proses metabolisme badan orang. Selain itu, ada sembilan asam amino yang sangat bermanfaat bagi badan orang, ibarat triptofan, valin, leusin, isoleusin, histidin, febilalanin & meitonin.

Beraneka vitamin, ibarat vitamin B dengan kandungan tiamin & riboflavin di dalamnya juga sangat baik untuk melindungi kondisi badan semoga tetap vit. Vitamin C & provitamin D yang dirubah menjadi vitamin D di dalamnya juga akan sangat memiliki kegunaan bagi tubuh. Bermacam mineral yang terdapat didalam jamur tiram putih antara lain adalah seng, zat besi, fosfor, natrim, kalsium, magnesium, kalium & tembaga.

Latest

Blog Archive

Hit Me