Responsive Ad Slot

Entri yang Diunggulkan

Info : Cara Menjadi Pemandu Wisata Yang Baik

Ingin menjadi Pemandu Wisata yang berhasil. , Bekerja di  dalam ruangan, dan duduk berhadapan dengan meja serta tumpukan buku atau pun ber...

Ads Slot

Info : Cara Budidaya Jamur Kuping

Selasa, 29 September 2015

Jamur kuping yaitu jamur yang sering tumbuh di media kayu yang berair & lembab. Bisa juga di pohon yang sudah mati.

Cara budidaya jamur kuping ini juga terbilang mudah & tidak terlalu menyita waktu, sehingga mampu dilakukan sembari melaksanakan aktivitas yang lain. 

Budidaya Jamur Kuping 

Dari tahun ke tahun, jamur jenis ini semakin banyak yang menyukainya, baik didunia ataupun di Indonesia. Karena selain rasanya yang lezat, juga banyak manfaatnya untuk menjaga kesehatan dan kesembuhan suatu penyakit.

Sebab yang lain yaitu alasannya yaitu jamur jenis ini mudah di proses di sembarang tempat. Mulai kawasan hutan di pantai hingga di pegunungan yang tinggi. Yang penting yaitu tempatnya selalu lembab & tidak terlalu panas.


Jamur Kuping membutuhkan sedikit cahaya matahari, menyukai tempat remang-remang yang terlindung. Pada tempat menyerupai ini pertumbuhan miselium jamur lebih cepat dari pada tempat yang banyak cahaya matahari. Kelembapan ruang jamur yang maksimal yaitu 80-90 persen & kelembapan ini harus dipertahankan dengan menyemprot air secara teratur didalam ruangan jamur (Kumbung) setiap hari. Suhu udara untuk pertumbuhan miselia sekitar 23-28O Celcius, sedang untuk pertumbuhan tubuh buah (Fruit body) yaitu 18-22 O Celcius.

Cara Budidaya Jamur Kuping

Untuk melaksanakan budidaya jamur kuping, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan media yang akan dipakai untuk menanam jamur kuping. Dahulu media yang paling cocok untuk menanam jamur kuping yaitu kayu yang berair atau lembab.

Tetapi sekarang ini ada cara lain, yakni bubuk kayu sisa yang mampu didapat dengan mudah di tempat-tempat penggergajian kayu. Beberapa orang lebih suka memilih serbuk kayu, alasannya yaitu proses penanaman jamurnya lebih mudah. Khususnya waktu memberi vitamin atau semacam pupuk pada media. Selain itu masa tanamnya juga lebih singkat di banding dengan apabila memakai media kayu.

Tetapi demikian, media kayu juga mempunyai keunggulan. Walau waktu yang dibutuhkan lebih panjang, harga jual jamur yang ditanam di media kayu harga nya juga jauh lebih tinggi. Karena kualitas jamur yang dihasilkan biasanya juga semakin bagus.

Karena itu orang mampu menentukan, ingin yang harga jual panennya mahal tetapi mengonsumsi waktu yang lebih lama, atau yang cepat tetapi mutunya & harga jualnya tidak begitu tinggi.

Serbuk kayu yang sudah dibersihkan lalu dimasukan ke plastik atau polybag. Jika memakai kayu tinggal dibersihkan saja. Setelah itu diletakkan pada ruangan khusus untuk pengembangbiakan jamur kuping. Apabila tidak ada ruangan mampu membuat sendiri dari bambu atau kayu yang di atasnya di beri supaya didalam tidak terlalu panas & selalu terjaga kelembabannya.

Setelah media untuk menanam jamur sudah siap, maka langkah setelah itu yaitu mempersiapkan bibit yang ingin ditanam. Kemudian bibit tersebut dimasukan atau ditanam ke media. Untuk lebih detilnya ini beberapa hal yang mampu di amati dalam membudidayakan Jamur kuping :

1. Persiapan Media (Subtrat) 

Media tumbuh jamurnya di buat berbentuk silinder (Log), yang komposisi medianya terbagi dalam serbuk kayu, tepung-tepungan (dedak, tepung jagung), kapur, & air. Juga sebagai misal, di BTP Bedali, komposisi dari log, media jamur yakni 100 persen serbuk kayu, 16 persen dedak, 4 persen tepung jagung, 0, 7 persen Calsium Carbonat, & 60 persen air. Prasyarat media tumbuh yakni media digabung rata, pH 6, 5-7, 0, kandungan air 60 persen. 

2. Pembuatan Log Media 

Untuk bikin 1500 log jamur jadi dibutuhkan beberapa materi menyerupai berikut :
  1. Serbuk kayu : 850 Kg
  2. Dedak halus : 135 Kg
  3. Tepung Jagung : 34 Kg
  4. Kapur : 6 Kg 
  5. Air : 60 persen, 

  • Bahan dari a. hingga d. digabung hingga rata (homogen), lalu diayak.
  • Hasil ayakan kombinasi di beri air 60 persen hingga kombinasi itu mampu dikepal & tak keluar air. Tetapkan pHnya dengan kertas lakmus, apabila pH 7, jadi kombinasi di beri kapur, apabila pH 7, jadi imbuhkan air kedalam kombinasi. Lalu dilewatkan hingga besok harinya.
  • Masukkan kombinasi media kedalam kantung plastik polyphalen, berisi dipadatkan, di episode atas kantung di beri cincin paralon & lubangi 1/3 sisi dengan kayu, lantas ditutup dengan kertas minyak, dirapatkan dengan karet gelang. Akhirnya berbentuk log media. 

3. Sterilisasi Log Media 

Log media dimasukkan kedalam ruang sterilisasi. Di dalam ruangan ini log media di beri uap panas pada suhu 90O C, sepanjang 7 jam. Lalu didinginkan. 

4. Inokulasi Log Media 

  • Sesudah masbodoh log media dipindahkan ke ruangan inokulasi untuk di beri bibit jamur. Pada awal mulanya ruangan ini disterilkan dahulu dengan alkohol yang disemprotkan kedalam ruang.
  • Bibit jamur dimasukkan kedalam log media jadi dihasilkan log media jamur. 

5. Inkubasi Log Media Jamur 

Log media jamur dipindahkan ke ruangan inkubasi. Ruangan ini juga sebagai tempat penumbuhan miselia dalam log media jamur. Lamanya penumbuhan miselia 45 – 60 hari. Suhu ruang dijaga 23-28 O C, dengan kelembapan 60-70 % 

6. Panen Jamur 

  • Pindahkan log media jamur dari ruangan inkubasi ke Kumbung Suhu ruang dalam kumbung dijaga terus 18-22OC. Demikian juga kelembab bannya 80-90 persen dengan menyemprot air kelantai dengan teratur. Tutup log media jamur di buka.
  • Sesudah 10-15 hari log media jamur di Kumbung, lalu di panen untuk pertama kalinya. Panen selanjutnya tiap-tiap 2 hari sekali dengan teratur sepanjang 6 bln.

Perawatan Jamur Kuping

Dalam masa pertumbuhannya, jamur kuping tidak membutuhkan perawatan khusus. Yang paling penting yaitu suhu didalam ruangan harus terus masbodoh & media tanam juga harus dalam kondisi berair terus.

Apabila media mulai jadi kering, siramlah dengan air seperlunya. Jangan terlalu banyak, alasannya yaitu akan membuat jamur mudah wangi & mati. Dalam periode waktu tertentu, media jamur mampu di beri pupuk yang mampu dibeli di beberapa toko pertanian. Cara memberinya mampu disiramkan eksklusif atau disuntikan ke media tanam.

Hindari Hama Pengganggu

Usahakan pintu ruangan untuk membudidayakan jamur selalu tertutup. Selain untuk melindungi kelembapan udara, juga untuk menghindari masuknya binatang yang suka menyebabkan kerusakan tanaman jamur. Misalnya tikus atau semut.

Walau tidak terlalu suka dengan jamur, tetapi tikus suka mengerat media tanam jamur. Demikian juga dengan semut yang suka memilihnya untuk dijadikan kandang. Akibatnya sudah pasti jamur gagal mengalami pertumbuhan & mati. Demikian juga dengan kecoak atau bekicot yang suka tinggal di tampat yang gelap.

Saat Panen Jamur Kuping

Apabila mampu tumbuh secara normal & bagus, ketika masuk usia tiga bulan, maka jamur kuping yang ditanam di sebuk kayu sudah mulai mampu dipanen. Tetapi apabila memakai media kayu, masa panennya memerlukan waktu sekitar lima bulan.

Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh tubuh buah jamur tanpa meninggalkan sedikitpun untuk mencegah terjadinya pembusukan yang dapat menghalangi pertumbuhan tubuh buah berikutnya. Jamur yang siap dipanen ditandai warna tudung menjadi coklat muda & pada episode tepinya menipis

Untuk orang luar negeri, terlebih di Jepang & Korea serta Hongkong, umumnya lebih suka jamur yang ditanam di kayu daripada diserbuk.

Demikian seluk beluk cara budidaya jamur kuping. Semoga bermanfaat.
Recent Search Term : ####

Latest

Blog Archive

Hit Me