Responsive Ad Slot

Entri yang Diunggulkan

Info : Cara Menjadi Pemandu Wisata Yang Baik

Ingin menjadi Pemandu Wisata yang berhasil. , Bekerja di  dalam ruangan, dan duduk berhadapan dengan meja serta tumpukan buku atau pun ber...

Ads Slot

Info : Budidaya Jamur Merang Putih

Selasa, 29 September 2015

Jamur merang atau dalam bahasa Latinnya disebut Volvariella volvacea merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi. Jamur ini biasanya tumbuh pada media tangkai padi/jerami atau merang, sehingga di kenal dengan jamur merang.

Jamur merang ada dua jenis, yakni jamur merang hitam & jamur merang putih. Jamur merang hitam mempunyai tanda-tanda kulit tidak tebal & berwarna hitam. Jenis ini biasanya tumbuh pada suhu sekitar 28 hingga 30 derajat celcius. Sedang untuk jamur merang putih mempunyai tanda-tanda berwarna putih bersih & berkulit tebal. Jamur merang putih dapat hidup pada suhu 31 hingga 33 derajat Celsius.

Secara umum, jamur merang mempunyai cawan atau yang disebut volva. Cawan tersebut berwarna coklat muda & fungsinya sebagai pembungkus badan buah ketika masih dalam stadium telur.

Media Tanam Jamur Merang

Sesuai dengan namanya, jamur merang dapat tumbuh pada media merang atau tangkai padi. Selain itu, jamur ini gotong royong juga dapat hidup pada media lain ibarat limbah kelapa sawit, limbah pabrik kertas, sisa-sisa kapas, ampas batang aren, limbah biji kopi, kulit buah pala, & ampas sagu. Pada intinya, media tanam untuk jamur merang yaitu daerah yang mengandung sumber selulosa. 

Tahap-Tahap Budidaya Jamur Merang 

Jamur yang dapat dikonsumsi ada beragam jenis, misalnya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur shiitake (Lentinus edodes), & jamur merang (Volvariella volvacea).

Di antara aneka macam jenis jamur tersebut, yang paling mudah untuk dibudidayakan yaitu jamur merang. Satu diantaranya yaitu sebab siklus hidupnya yang singkat, hanya memakan waktu sekitar satu bulan.

Untuk membudidayakan jamur merang, bahan-bahan yang perlu disediakan yaitu jerami sebagai materi baku paling utama & materi baku pelengkap, antara lain kapur pertanian (CaCO3), katul, dan kotoran ayam.

Setelah bahan-bahan tersedia, ada beberapa tahap yang harus dilakukan.
  • Tahap pengomposan, yaitu dengan mambasahi materi baku paling utama (jerami). Kemudian campur seluruhnya materi baku pelengkap. Setelah tercampur rata, materi baku perhiasan di campurkan dengan materi baku utama tadi. Tumpuk media tersebut dengan ukuran setinggi 1,2 meter & lebarnya 1,5 meter. 
  • Setelah itu tutup dengan memakai plastik & didiamkan selama dua hingga tiga hari. Lakukan langkah ini berkali-kali hingga kurang lebih sepuluh hari untuk memperoleh kwalitas kompos yang baik.
  • Tahap pemasukan, yaitu membuat pengabutan pada tepi kompos yang kering, kemudian kumbung ditutup rapat. Pastikan tidak ada kebocoran pada kumbung.
  • Tahap pasteurisasi, ialah memasukkan uap selama lima jam & temperatur dinaikkan hingga mencapai 58 hingga 58 derajat celcius. Setelah itu di turunkan menjadi 48 hingga 50 derajat celcius & dibiarkan selama delapan jam. Setelah itu uap dihentikan dengan cara menutup jalan masuk uap.
  • Tahap pembibitan, yaitu dengan membersihkan kumbung terlebih dahulu. Kemudian suhu diturunkan secara perlahan menjadi 38 derajat celcius.
  • Inkubasi, yaitu dengan menjaga ruang supaya tidak kering dengan kelembaban mencapai 95 %. Melindungi suhu udara supaya terus 34 derajat celcius, & suhu kompos sekitar 37 derajat celcius. Sementara dinding & lantai terus dijaga supaya terus dalam kondisi basah.
  • Tahap pemetikan. Untuk memetik jamur merang membutuhkan tehnik khusus supaya jamur tidak layu & salah petik. Pemetikan harus dilakukan dengan cara berurutan dari rak teratas hingga rak paling bawah. Jangan memetik dengan terburu-buru. Pemetikan baiknya tidak dilakukan dengan cara ditarik, tetapi dengan cara diputar.
  • Tahap pembongkaran. Setelah akibat dipanen, dilakukan pembongkaran pada media tanam, yang mempunyai tujuan untuk membersihkan kumbung & kemudian diganti dengan kompos yang gres untuk ditanam kembali.

Latest

Blog Archive

Hit Me